Ancaman HIV/AIDS Nyata! 263 Warga Subang Terdeteksi Kasus Baru dalam 8 Bulan | TINTAHIJAU.com
Dalam 8 Bulan, 263 Warga Subang Terdeteksi HIV/AIDS, Ancaman Masih Nyata!
SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Laju penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Subang masih menjadi persoalan serius. Dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2025 saja, tercatat 263 kasus baru HIV/AIDS ditemukan di Subang.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mencatat, sejak tahun 1999 hingga Desember 2024, sebanyak 3.269 warga Subang telah terdeteksi mengidap HIV dan AIDS. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan HIV/AIDS belum terkendali dan membutuhkan langkah pencegahan yang lebih masif.
Fakta ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, saat Peringatan Hari AIDS Sedunia Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2025 di Alun-alun Subang, Minggu (14/12/2025).
“Data ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan, edukasi, serta akses layanan HIV tidak boleh berhenti. Harus dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi, dan adaptif terhadap tantangan yang ada,” tegas Asep.
Ia menilai, tingginya temuan kasus baru menunjukkan masih lemahnya kesadaran masyarakat serta kuatnya stigma yang membuat sebagian warga enggan memeriksakan diri atau mengakses layanan kesehatan.
Melalui kegiatan Fun Walk yang digelar dalam rangka Hari AIDS Sedunia, Pemkab Subang mencoba menyampaikan pesan kampanye secara lebih terbuka dan inklusif.
“Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana edukasi publik, kampanye hidup sehat, sekaligus upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV),” ujarnya.
Mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, Asep menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar penanggulangan HIV/AIDS tidak berjalan parsial.
“Kita butuh keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris I Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Subang, Drs. H. Tatang Abdul Kudus, M.Si, menegaskan bahwa stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan terbesar dalam penanganan HIV/AIDS.
“Kita harus jujur mengakui bahwa stigma membuat banyak orang takut memeriksakan diri dan mengakses pengobatan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan empat poin penting dalam momentum Hari AIDS Sedunia, yakni peningkatan pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS, penghapusan stigma dan diskriminasi, penguatan solidaritas terhadap ODHA dan keluarganya, serta peran aktif pencegahan khususnya di kalangan generasi muda.
Tatang juga menegaskan komitmen KPA Subang untuk mendukung target nasional mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.
“Kemajuan ilmu pengetahuan memang sudah membawa kita jauh, tetapi perjuangan belum selesai. Masih banyak yang tertinggal karena stigma, lokasi, dan ketakutan. Tanggung jawab kita memastikan tidak ada satu pun yang terlewatkan,” pungkasnya.
[matched_content]
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.